Senin, 01 Februari 2010
KOMPETENSI DASAR KEJURUSAN MULTIMEDIA
BIDANG STUDI KEAHLIAN : TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASIPROGRAM
STUDI KEAHLIAN : TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMATIKAKOMPETENSI KEAHLIAN : MULTI MEDIA
A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN (DKK):
1. Merakit personal computer(P.Bambang Irawan)
1.1 Merencanakan kebutuhan dan spesifikasi1.
1.2 Melakukan instalasi komponen PC.
1.3 Melakukan keselamatan kerja dalam merakit komputer
1.4 Mengatur komponen PC menggunakan software (melalui setup BIOS dan aktifasi komponen sistem operasi).
1.5 Menyambung periferal menggunakan Software.
1.6 Memeriksa hasil perakitan PC dan pemasangan periferal.
2. Melakukan instalasi sistem operasi dasar(P.Bambang Irawan)
2.1 Menjelaskan langkah instalasi sistem operasi.
2.2 Melaksanakan instalasi software sesuai Installation Manual.
2.3 Mengecek hasil instalasi menggunakan software (sampling).
2.4 Melakukan troubleshooting.
3. Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)(P.Bambang Irawan)
3.1 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
3.2 Melaksanakan prosedur K3.
3.3 Menerapkan konsep lingkungan hidup.
3.4 Menerapkan ketentuan pertolongan pertama pada kecelakaan.
3. KOMPETENSI KEJURUAN (DKK) MULTIMEDIA (072):
1. Memahami etimologi multimedia(P.Untung Supriyono)
1.1 Mendeskripsikan tentang multimedia
1.2 Menjelaskan multimedia content production
1.3 Menjelaskan multimedia communication.
2. Memahami alir proses produksi produk multimedia(P.Untung Supriyono)
2.1 Menjelaskan proses pre production multimedia.
2.2 Menjelaskan proses production multimedia.
2.3 Menjelaskan proses post production multimedia.
3. Merawat peralatan multimedia(P.Bambang Irawan)
3.1 Menjelaskan langkah-langkah perawatan peralatan multimedia.
3.2 Melakukan perawatan peralatan multimedia.
3.3 Membuat kartu perawatan peralatan multimedia.
4. Mengelola isi halaman web(B.Ari Triyanti)
4.1 Memeriksa informasi untuk relevansi dan currency.
4.2 Memeriksa links dan navigasi.
4.3 Mengedit informasi sesuai kebutuhan.
4.4 Menguji dan memastikan perubahan perubahan.
5. Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi(P.Yuliatmoko)
5.1 Menjelaskan prosedur pengoperasian kamera video.
5.2 Mengoperasikan kamera video.
5.3 Mengisi dan merawat battery selama pengambilan gambar.
5.4 Mengoperasikan kamera.
5.5 Menata kabel-kabel kamera
5.6 Mengoperasikan clapper board.
6. Menerapkan prinsip-prinsip seni grafis dalam desain komunikasi visual untuk multimedia(P.Untung Supriyono)
6.1 Menjelaskan kaidah estetika dan etika seni grafis (nirmana).
6.2 Membuat sketsa.
6.3 Menggambar perspektif.
6.4 Menggambar objek.
6.5 Menggambar ilustrasi.
7. Menguasai cara menggambar kunci untuk animasi(P.Sulistyono)
7.1 Menjelaskan syarat animasi.
7.2 Membuat gambar kunci.
7.3 Mengatur dan melengkapi gambar kunci.
8. Menguasai cara menggambar clean-up dan sisip(P.Sulistyono)
8.1 Mendeskripsikan gambar yang asli.
8.2 Membuat gambar-gambar asli.
8.3 Mendeskripsikan gambar tiga dimensi.
8.4 Membuat gambar tiga dimensi.
9. Menguasai dasar animasi stop-motion (bidang datar)(P.Sulistyono)
9.1 Mendeskripsikan syarat-syarat animasi.
9.2 Membuat model warna dan tempat warna.
10. Menggabungkan teks kedalam sajian multimedia(P.Yuliatmoko)
10.1 Menggunakan software teks multimedia.
10.2 Mendesain teks multimedia.
11. Menggabungkan gambar 2D kedalam sajian multimedia(P.Yuliatmoko)
11.1 Mengedit gambar digital.
11.2 Menggunakan software grafik multimedia 2D.
11.3 Menciptakan design grafik Multimedia 2D.
11.4 Menampilkan karya seni digital 2D.
12. Menggabungkan fotografi digital kedalam sajian multimedia (P.Yuliatmoko)
12.1 Menggunakan kamera digital.
12.2 Menggabungkan foto digital kedalam rangkaian Multimedia.
12.3 Menciptakan susunan karya seni foto digital dan grafik 2D.
13. Menggabungkan audio ke dalam sajian multimedia
13.1 Menjabarkan format audio digital.
13.2 Menggunakan software audio digital.
13.3 Merancang audio digital.
13.4 Membangun track audio digital.
14. Membuat story board aplikasi multimedia(P.Yuliatmoko)
14.1 Mengidentifikasi kebutuhan.
14.2 Merencanakan alur isi story board.
14.3 Medeskripsikan proses pelaksanaan dalam story board.
5. Memahami cara penggunaan peralatan tata cahaya
15.1 Menjelaskan dasar tata cahaya.
15.2 Menjelaskan efek cahaya.
15.3 Menyiapkan operasi lighting.
16. Menerapkan efek khusus pada objek produksi
16.1 Mengidentifikasikan materi penunjang efek khusus.
16.2 Menginstallasi software efek khusus.
16.3 Membuat efek khusus pada obyek.
17. Menyusun proposal penawaran(P.Bambang Irawan)
17.1 Menganalisa syarat-syarat proyek.
17.2 Mengidentifikasi keterampilan yang sesuai dengan persyaratan laporan.
17.3 Membuat rancangan biaya biaya dan sumber sumber yang ada.
17.4 Membuat proposal.
17.5 Membuat pengajuan permohonan tender.
Senin, 25 Januari 2010
kamera JVC GR-D870
1.Menu apa saja yang terdapat dalam kamera tersebut?
• 1/6 inchi 800k pixel LCD
• 35x optikal zoom/800x digital zoom
• 2,7 inchi Wide Clear LCD Monitor
• DV in/out
• Memory card Slot for SD/MMC
• Remote control provided
• Konita Monita Lens
• Digital Still Fuction
• Dual reording capability
• Auto LCD back Light Control
• 3 Dimension Noise Reduction( 3 DNR )
• New on screen display
• Stick Control
• Data Battery
• Auto Illumi Light
• Power Linked Operation
• Data Button
2.Bagaimana langkah membersihkan head camera?
• Cleaning tape digunakan dengan durasi tidak lebih dari 10 detik dalam posisi record,jangan menggunakan cleaning tape untuk waktu lebih dari 10 detik,karena akan memperpendek usia head drum.
• Cleaning tape yang anda miliki tanpaknya tidak memerlukan cairan (semprot),untuk DV Camcorder ,cara membersihkan head drum yang disemprot dihindari karena dapat merusak
• Head camera
3.Berapa Zoom yang ada pada camera JVC GR-D870?
• 35x optical/800x digital Zoom
4.Ada berapa Konector yang bisa terhubung dengan tersebut ?
• AV input/output
• USB mass strong class
5.Bagaimana langkah memasukan kaset mini DV yang benar?
• Tekan dan dorong tombol tempat kaset
• Kemudian buka
• Tunggu hingga bagian bagian tempat kabel kaset di letakan terbuka dan muncul
• Letakan mini DV kedalam tempat kaset (jangan sampe terbalik)
• Tekan Bagian dalam tempat kaset
• Tunggu hingga turun kebawah
• Dan tutup tempat kaset
Jumat, 27 November 2009
Senin, 23 November 2009
Selasa, 06 Oktober 2009
kamera digital
Sedangkan apabila anda memotret dengan menggunakan Kamera Digital, anda akan dimudahkan. Dengan menggunakan fasilitas yang ada, Anda dapat menggunakannya dengan mudah, walau anda bukan seorang fotografer profesional. Materi ini akan memperkenalkan kepada anda tentang konsep Kamera Digital, bagian-bagian dan teknik pengoperasiannya.
1. Pengertian Kamera Digital
Dilihat dari proses dan hasil perekaman gambar pada Kamera Digital dapat didefenisikan bahwa Kamera Digital merupakan perangkat perekam gambar yang menyimpan data gambar dalam format digital. Kamera Digital termasuk produk teknologi digital (perangkat digitizer) dengan kemampuan mengambil input data analog berupa frekuensi sinar dan mengubahnya ke bentuk mode digital elektronis.
Cara kerja Kamera Digital hampir sama dengan Kamera Analog. Perbedaan yang mendasar dapat dilihat dari tabel berikut :
2. Media Penyimpanan Foto
Kamera analog (kamera biasa) menggunakan lensa untuk mentransfer hasil foto ke dalam negative film dari cahaya yang ditangkap. Negative film ini merupakan media penyimpannya, dan sangat sensitif terhadap cahaya.
Pada kamera digital perekam gambar menggunakan sensor CCD (Charge Coupled Device) atau CMOS (Complemetary Metal Oxidane Silicon) yang kemudian hasilnya direkam dalam format digital ke dalam media penyimpanan digital semacam Compact Flash, Secure Digital, Memory Stick, dsb. Karena hasil disimpan dalam format digital akan memudahkan untuk ditransfer ke pengolah foto digital semacam komputer, untuk keperluan editing berupa perubahan pada warna, ketajaman, kecerahan dan latar belakang objek.
3. Megapixel Kamera Digital
Kamera digital saat ini sudah memiliki sensor penangkap gambar CCD lebih dari jutaan pixel. Semakin banyak pixel yang bisa ditangkap akan semakin detail dan semakin halus gambar yang dihasilkan. Misalnya : untuk memotret gambar ukuran pos card , Anda cukup membeli kamera digital dengan kapasitas sensor 1 Mega pixel. Kamera dengan kapasitas sensor 1 Mega Pixel ini juga masih mencukupi untuk keperluan gambar di website. Akan tetapi untuk keperluan gambar yang jauh lebih detail maka diperlukan kamera dengan kapasitas sensor 2 Mega Pixel atau lebih. Bagi fotografer profesional kini sudah tersedia kamera berkapasitas 5-10 Mega pixel.
Yang perlu diingat adalah semakin banyak sel-sel sensitif foto yang ditampung dalam chip CCD semakin banyak gangguan-gangguan elektronik yang dihasilkan. Hanya pembuat sirkit elektronik yang cerdik dan canggih yang mampu menangani persoalan ini. Dan sekarang ini memang menjadi persoalan serius, karena belum terlihat siapa penghasil chip CCD terbaik saat ini.
4. Perbedaan CCD dan CMOS
CCD
CMOS
Saat ini banyak kamera digital murah yang menggunakan sensor CMOS dari pada CCD. Apa kelebihan dan kekurangan CMOS dibanding CCD ? CMOS memiliki keunggulan dimana ongkos produksi murah sehingga harga kamera lebih terjangkau. Sedangkan CCD memiliki keunggulan dimana sensor lebih peka terhadap cahaya sehingga pada kondisi redup (sore/malam) tanpa bantuan lampu blitz / Flash masih bisa menangkap objek dengan baik, sedangkan pada CMOS hasil perekaman objek sangat buram.
Senin, 05 Oktober 2009
KAMERA

Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama ini didapat dari camera obscura, bahasa Latin untuk "ruang gelap", mekanisme awal untuk memproyeksikan tampilan di mana suatu ruangan berfungsi seperti cara kerja kamera fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada waktu itu untuk mencatat tampilan gambarnya selain secara manual mengikuti jejaknya. Dalam dunia fotografi, kamera merupakan suatu peranti untuk membentuk dan merekam suatu bayangan potret pada lembaran film. Pada kamera televisi, sistem lensa membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya. Lempeng ini akan memancarkan elektron ke lempeng sasaran bila terkena cahaya. Selanjutnya, pancaran elektron itu diperlakukan secara elektronik. Dikenal banyak jenis kamera potret.
Komponen kamera
Sebuah kamera minimal terdiri atas:
Kotak yang kedap cahaya (badan kamera)
Sistem lensa
Pemantik potret (shutter)
Pemutar film
Badan kamera
Badan kamera adalah ruangan yang sama sekali kedap cahaya, namun dihubungkan dengan lensa yang darimana menjadi satu-satunya tempat cahaya akan masuk. Di dalam bagian ini cahaya yang difokuskan oleh lensa akan diatur agar tepat mengenai dan membakar film.
Di dalam kamera untuk tujuan seni fotografi, biasanya ditambahkan beberapa tombol pengatur, antara lain:
Pengatur ISO/ASA Film.
Shutter Speed.
Aperture (Bukaan Diafragma).
Jika diperlukan bisa pula ditambah peralatan:
Blitz (atau lebih umum disebut lampu kilat atau flash)
Tripod
Lightmeter
Selasa, 04 Agustus 2009
langkah-langkah menginstal swismax2
Cara menginstall software Swish Max 2007 :
Buka folder Swish Max 2007
Klik ganda setupSwishmax.exe, akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini :

3. Klik run, kemudian muncul kotak di bawah ini, tunggulah sesaat

4. Muncul kotak seperti di bawah ini, kemudian klik next
5. Klik Yes

6. Klik Next

Akan muncul kotak seperti di bawah ini, tunggulah sebentar
8. Klik Close

9. Klik ganda folder Patch, seperti di bawah ini

10. Klik ganda folder SwishMax Generic seperti di bawah ini :
11. Muncul kotak di bawah ini, pilih SwishMax, kemudian klik Select File

12. Pilih Local Disc (C:), kemudian klik Program Files, klik Open

13. Klik SWISHmax, kemudian klik Open

14. Klik SwishMax.exe, kemudian klik Open

15. Muncul kotak seperti di bawah ini, pilih SwishMax, kemudian klik Patch
Klik Exit

Program SwishMax telah selesai diinstall.




